{"id":2010,"date":"2022-08-11T07:43:58","date_gmt":"2022-08-11T07:43:58","guid":{"rendered":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?p=2010"},"modified":"2022-08-11T07:43:59","modified_gmt":"2022-08-11T07:43:59","slug":"sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/","title":{"rendered":"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa"},"content":{"rendered":"\n<p>Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan <a href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/perintah-puasa-tasua-dan-asyura-di-bulan-muharram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Muharram<\/a> bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.<\/p>\n\n\n\n<p>Keistimewaan bulan Suro ini tak lepas dari bertemunya adat istiadat leluhur dengan nilai-nilai agama (akulturasi), ketika Islam mulai masuk ke Jawa di abad ke-11. Bertemunya dua budaya ini kemudian melebur dan melahirkan ragam tradisi yang unik. Salah satunya yakni malam satu Suro.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah penamaan bulan Suro ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk penamaan bulan&nbsp;<em>Suro <\/em>sendiri berasal dari kosa kata bahasa Arab yakni&nbsp;<em>Asyura<\/em>&nbsp;(hari ke-10 bulan Muharram). Nah, berbicara tentang penanggalan Jawa sejatinya tak bisa lepas dari sistem kalender Islam tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Eric Oey, dalam&nbsp;<em>Java<\/em>&nbsp;(Tuttle Publishing, 2001), menjelaskan bahwa Sultan Agung (Raja Kerajaan Kesultanan Mataram) yang memerintah pada tahun 1613-1645, menerbitkan dekrit pada 8 Juli 1633.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, perlu diketahui, pada saat Sultan Agung Anyakrakusuma bertahta di Mataram abad XVI Masehi, terdapat 3 unsur kalender budaya yang mendominasi. Yaitu Jawa\/ Kabudhan <em>(solar system),<\/em> Hindu <em>(solar system),<\/em> dan Islam (Hijriyah, <em>Lunar Sytem). <\/em>Sementara di wilayah Barat\/ Sunda Kelapa dan sekitarnya sudah mulai dikuasai bangsa asing atau Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali pada dekrit tersebut, yang menjelaskan bahwa sistem penanggalan Jawa (<em>Saka<\/em>, berasal dari sistem penanggalan Hindu) tak lagi memakai perputaran matahari (<em>solar<\/em>) melainkan perputaran bulan (<em>lunar<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Dari peristiwa tersebutlah, tercipta akulturasi kebudayaan. Tahun Saka kala itu ialah 1555. Dan saat itu, akan tetap dipakai dan diteruskan. Alhasil, penanggalan Jawa baru berdasarkan sistem lunar ini tak ikut mengadopsi perhitungan Hijriyah saat itu (1043 H).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga :<\/strong> <a href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/tradisi-muslim-indonesia-pada-bulan-muharram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tradisi Muslim Indonesia Pada Bulan Muharram<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memperkuat persatuan di wilayah Mataram guna melawan bangsa asing, Sultan Agung kemudian melakukan penyatuan kalender yang digunakan. Perubahan itu bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1043 Hijriyah, 29 Besar 1554 Saka, 8 Juli 1633 Masehi. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai tanggal 1 bulan Suro tahun 1554 Jawa (Sultan Agungan), yang digunakan hingga sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Nama-nama bulannya pun juga ikut berubah. Seperti nama-nama pada bulan Hijriyah yang diadaptasi ke lidah Jawa. Diantaranya ialah Sapar (Safar), Mulud (Rabiul Awal), Bakda Mulud (Rabiul Akhir), Rejeb (Rajab), Pasa (Ramadan) dan Sawal (Syawal). Termasuk pula Sura atau Suro sebagai pengganti Muharram.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena akulturasi tersebut, yang kemudian mendorong Sultan Agung sebagai Raja waktu itu merubah sistem kalender Saka (perpaduan Jawa Asli dan Hindu), menjadi kalender yang merupakan perpaduan antara kalender Saka dan kalender Hijriah (Islam).<\/p>\n\n\n\n<p><em>Wallahu a\u2019lam bissawab \u2026<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan Muharram bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2012,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[179,178],"class_list":["post-2010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah","tag-sejarah-bulan-suro","tag-sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.5) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa - Kajian Islam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan Muharram bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan Muharram bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kajian Islam\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-11T07:43:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-11T07:43:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"656\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\"},\"headline\":\"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa\",\"datePublished\":\"2022-08-11T07:43:58+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-11T07:43:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/\"},\"wordCount\":410,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/08\\\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg\",\"keywords\":[\"Sejarah Bulan Suro\",\"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa\"],\"articleSection\":[\"Kisah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2022\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/\",\"name\":\"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa - Kajian Islam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/08\\\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-11T07:43:58+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-11T07:43:59+00:00\",\"description\":\"Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan Muharram bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/08\\\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/08\\\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg\",\"width\":1200,\"height\":656,\"caption\":\"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"name\":\"Kajian Islam\",\"description\":\"Kajian Islam Bersama LSPT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\",\"name\":\"LSPT\",\"alternateName\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id-id.facebook.com\\\/lspt.pusat\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/lspt_tbi\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/lsptpesantrentebuireng\"],\"description\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya\",\"address\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#local-main-place-address\"},\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}],\"globalLocationNumber\":\"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\",\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rokhimatul Inayah\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/author\\\/inayah\\\/\"},{\"@type\":\"PostalAddress\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#local-main-place-address\",\"streetAddress\":\"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek\",\"addressLocality\":\"Jombang\",\"postalCode\":\"61471\",\"addressRegion\":\"Jawa Timur\",\"addressCountry\":\"ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\\\/#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"width\":701,\"height\":701,\"caption\":\"LSPT\"}]}<\/script>\n<meta name=\"geo.placename\" content=\"Jombang\" \/>\n<meta name=\"geo.region\" content=\"Indonesia\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa - Kajian Islam","description":"Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan Muharram bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa","og_description":"Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan Muharram bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.","og_url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/","og_site_name":"Kajian Islam","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","article_published_time":"2022-08-11T07:43:58+00:00","article_modified_time":"2022-08-11T07:43:59+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":656,"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rokhimatul Inayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@lspt_tbi","twitter_site":"@lspt_tbi","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Rokhimatul Inayah","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/"},"author":{"name":"Rokhimatul Inayah","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314"},"headline":"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa","datePublished":"2022-08-11T07:43:58+00:00","dateModified":"2022-08-11T07:43:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/"},"wordCount":410,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg","keywords":["Sejarah Bulan Suro","Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa"],"articleSection":["Kisah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#respond"]}],"copyrightYear":"2022","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/","name":"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa - Kajian Islam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg","datePublished":"2022-08-11T07:43:58+00:00","dateModified":"2022-08-11T07:43:59+00:00","description":"Sejarah penamaan bulan Suro \u2013 bulan Muharram bagi orang Jawa banyak yang belum mengetahui. Padahal, istilah ini tentunya taka sing lagi di pendengaran kita. Sebagai suku terbesar di Indonesia yang tersebar bahkan sampai ke luar nusantara, suku Jawa kaya akan tradisi dan kebudayaan. Ada bulan-bulan atau hari-hari tertentu pula yang dimulikan, salah satunya bulan Suro.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#primaryimage","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/08\/Sejarah-Penamaan-Bulan-Suro-dalam-Adat-Jawa.jpg","width":1200,"height":656,"caption":"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Penamaan Bulan Suro dalam Adat Jawa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","name":"Kajian Islam","description":"Kajian Islam Bersama LSPT","publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization","name":"LSPT","alternateName":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","logo":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","https:\/\/x.com\/lspt_tbi","https:\/\/id.pinterest.com\/lsptpesantrentebuireng"],"description":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya","address":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#local-main-place-address"},"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}],"globalLocationNumber":"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314","name":"Rokhimatul Inayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rokhimatul Inayah"},"sameAs":["https:\/\/lspt.or.id"],"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/author\/inayah\/"},{"@type":"PostalAddress","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#local-main-place-address","streetAddress":"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek","addressLocality":"Jombang","postalCode":"61471","addressRegion":"Jawa Timur","addressCountry":"ID"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-suro-dalam-adat-jawa\/#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","width":701,"height":701,"caption":"LSPT"}]},"geo.placename":"Jombang","geo.region":"Indonesia"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2010"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2013,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2010\/revisions\/2013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}