{"id":2858,"date":"2023-08-29T06:08:35","date_gmt":"2023-08-29T06:08:35","guid":{"rendered":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?p=2858"},"modified":"2023-08-29T06:08:37","modified_gmt":"2023-08-29T06:08:37","slug":"sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/","title":{"rendered":"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana sejarah dari Rebo wekasan dan bagaimana hukum merayakannya?<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Islam sendiri, Rebo Wekasan dipercayai sebagai hari pertama Nabi Muhammad SAW sakit hingga beliau wafat. Rebo wekasan sendiri mempunyai asal usul bahwa awalnya tradisi ini dilaksanakan pada masa dakwah dari Wali Songo, di mana banyak ulama yang mengungkapkan bahwa pada bulan Safar, Allah SWT menurunkan lebih 500 macam penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun pada saat itu cara untuk mengantisipasi dalam menghindari terkena penyakit dan musibah, para ulama melakukan ibadah sebanyak-banyaknya. Kemudian, berdoa untuk meminta Allah agar menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah yang diturunkan pada hari Rabu terakhir bulan Safar.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bersama, pada dasarnya tidak ada nash sharih yang menjelaskan anjuran salat Rebo wekasan. Oleh karena itu, apabila salat Rebo wekasan diniati secara khusus, seperti \u201caku niat salat Safar\u201d, atau \u201caku niat salat Rebo wekasan\u201d, maka tidak sah dan haram. Hal ini sesuai dengan prinsip kaidah fiqih sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>\u0648\u0627\u0644\u0623\u0635\u0644 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0639\u0628\u0627\u062f\u0629 \u0623\u0646\u0647\u0627 \u0625\u0630\u0627 \u0644\u0645 \u062a\u0637\u0644\u0628 \u0644\u0645 \u062a\u0635\u062d<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya: <em>\u201cHukum asal dalam ibadah apabila tidak dianjurkan, maka tidak sah.\u201d (Syaikkh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib Hasyiyah \u2018ala al-Iqna\u2019, juz 2, hal. 60).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Atas pertimbangan tersebut, ulama mengharamkan salat Ragaib di awal Jumat bulan Rajab, salat nishfu Sya\u2019ban, salat Asyura\u2019 dan salat kafarat di akhir bulan Ramadan. Hal itu karena salat-salat tersebut tidak memiliki dasar hadis yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kitab I\u2019anatut Tholibiin ditegaskan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya: <em>\u201cSang pengarang (saikh Zainuddin al-Malibari) berkata dalam kitab Irsyad al-\u2018Ibad, termasuk bid\u2019ah yang tercela, pelakunya berdosa dan wajib bagi pemerintah mencegahnya, adalah salat Raghaib, 12 Rakaat di antara maghrib dan Isya\u2019 di malam Jumat pertama bulan Rajab, salat nisfu Sya\u2019ban sebanyak 100 rakaat, salat di akhir Jumat bulan Ramadan sebanyak 17 rakaat dengan niat mengganti salat lima waktu yang ditinggalkan, salat hari Asyura sebanyak 4 rakaat atau lebih dan salat ushbu\u2019. Adapun hadis-hadis salat tersebut adalah palsu dan batal, jangan terbujuk oleh orang yang menyebutkannya.\u201d (Syaikh Abu Bakr bin Syatha, I\u2019anah al-Thalibin, juz 1, hal. 270<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, jika salat Rebo wekasan diniati salat sunah mutlak, dalam titik ini, ulama berbeda pandangan. Menurut Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy\u2019ari haram. Dalam pandangannya, anjuran salat sunah mutlak yang ditetapkan berdasarkan hadis shahih tidak berlaku untuk salat Rebo wekasan, sebab anjuran tersebut hanya berlaku untuk salat-salat yang disyariatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam himpunan fatwanya, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng tersebut mengatakan dalam tulisan bahasa Jawa pegon:<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya: <em>\u201cTidak boleh berfatwa, mengajak dan melakukan salat Rebo Wekasan dan salat hadiah yang disebutkan dalam pertanyaan, karena dua salat tersebut tidak ada dasarnya dalam syariat. Tendensinya adalah bahwa kitab-kitab yang bisa dibuat pijakan tidak menyebutkannya, seperti kitab al-Taqrib, al-Minhaj al-Qawim, Fath al-Mu\u2019in, al-Tahrir dan kitab seatasnya seperti al-Nihayah, al-Muhadzab dan Ihya\u2019 Ulum al-Din. Semua kitab-kitab tersebut tidak ada yang menyebutkannya. Bagi siapapun tidak boleh berdalih kebolehan melakukan kedua salat tersebut dengan hadis shahih bahwa Nabi bersabda, salat adalah sebaik-baiknya tempat, perbanyaklah atau sedikitkanlah, karena sesungguhnya hadis tersebut hanya mengarah kepada salat-salat yang disyariatkan.\u201d (KH. Hasyim Asy\u2019ari sebagaimana dikutip kumpulan Hasil Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga :<\/strong> <a href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-penamaan-bulan-safar\/\">Sejarah Penamaan Bulan Safar<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, menurut Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki hukumnya boleh. Menurut beliau, solusi untuk membolehkan salat-salat yang ditegaskan haram dalam nashnya para fuqaha\u2019 adalah dengan cara meniatkan salat-salat tersebut dengan niat salat sunah mutlak. Beliau menegaskan:<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya: <em>\u201cAku berpendapat, termasuk yang diharamkan adalah salat Safar (Rebo wekasan), maka barang siapa menghendaki salat di waktu-waktu terlarang tersebut, maka hendaknya diniati salat sunah mutlak dengan sendirian tanpa bilangan rakaat tertentu. Salat sunah mutlak adalah salat yang tidak dibatasi dengan waktu dan sebab tertentu dan tidak ada batas rakaatnya.\u201d (Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki, Kanz al-Najah wa al-Surur, hal. 22).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Salat Rebo wekasan sendiri dijelaskan secara rinci meliputi tata cara dan doanya oleh Syaikh Abdul Hamid Quds dalam Kanz al-Najah wa al-Surur. Demikian pula disebutkan oleh Syaikh Ibnu Khatiruddin al-Athar dalam kitab al-Jawahir al-Khams. Salat Rebo wekasan umum dilakukan di beberapa daerah, ada yang melakukannya secara berjamaah, ada dengan sendiri-sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan mengenai hukum salat Rebo wekasan. Perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan, namun sebagai rahmat bagi umat, membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk menjalankan ritual agama tanpa keluar dari batas syariat.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Wallahu a\u2019lam bissawab \u2026<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah. <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2860,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,5],"tags":[668,666],"class_list":["post-2858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-islam","category-kisah","tag-rebo-wekasan","tag-sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.5 (Yoast SEO v27.5) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya - Kajian Islam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kajian Islam\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-29T06:08:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-29T06:08:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/08\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"275\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"183\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\"},\"headline\":\"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya\",\"datePublished\":\"2023-08-29T06:08:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-29T06:08:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/\"},\"wordCount\":726,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2023\\\/08\\\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg\",\"keywords\":[\"Rebo Wekasan\",\"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya\"],\"articleSection\":[\"Hukum Islam\",\"Kisah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/\",\"name\":\"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya - Kajian Islam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2023\\\/08\\\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg\",\"datePublished\":\"2023-08-29T06:08:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-29T06:08:37+00:00\",\"description\":\"Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2023\\\/08\\\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2023\\\/08\\\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg\",\"width\":275,\"height\":183,\"caption\":\"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"name\":\"Kajian Islam\",\"description\":\"Kajian Islam Bersama LSPT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\",\"name\":\"LSPT\",\"alternateName\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id-id.facebook.com\\\/lspt.pusat\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/lspt_tbi\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/lsptpesantrentebuireng\"],\"description\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya\",\"address\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#local-main-place-address\"},\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}],\"globalLocationNumber\":\"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\",\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rokhimatul Inayah\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/author\\\/inayah\\\/\"},{\"@type\":\"PostalAddress\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#local-main-place-address\",\"streetAddress\":\"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek\",\"addressLocality\":\"Jombang\",\"postalCode\":\"61471\",\"addressRegion\":\"Jawa Timur\",\"addressCountry\":\"ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\\\/#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"width\":701,\"height\":701,\"caption\":\"LSPT\"}]}<\/script>\n<meta name=\"geo.placename\" content=\"Jombang\" \/>\n<meta name=\"geo.region\" content=\"Indonesia\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya - Kajian Islam","description":"Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya","og_description":"Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah.","og_url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/","og_site_name":"Kajian Islam","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","article_published_time":"2023-08-29T06:08:35+00:00","article_modified_time":"2023-08-29T06:08:37+00:00","og_image":[{"width":275,"height":183,"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/08\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rokhimatul Inayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@lspt_tbi","twitter_site":"@lspt_tbi","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Rokhimatul Inayah","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/"},"author":{"name":"Rokhimatul Inayah","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314"},"headline":"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya","datePublished":"2023-08-29T06:08:35+00:00","dateModified":"2023-08-29T06:08:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/"},"wordCount":726,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/08\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg","keywords":["Rebo Wekasan","Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya"],"articleSection":["Hukum Islam","Kisah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#respond"]}],"copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/","name":"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya - Kajian Islam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/08\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg","datePublished":"2023-08-29T06:08:35+00:00","dateModified":"2023-08-29T06:08:37+00:00","description":"Rebo wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar. Jika merujuk pada kalender masehi, Rebo wekasan ini jatuh pada tanggal 13 September 2023. Biasanya, pada hari tersebut banyak masyarakat Islam di Indonesia yang melakukan salat sunah, berkumpul dan berdoa bersama untuk menolak bala\u2019 atau menjauhkan diri dari segala penyakit dan musibah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/08\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2023\/08\/Sejarah-Rebo-Wekasan-dan-Hukum-Merayakannya.jpg","width":275,"height":183,"caption":"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Rebo Wekasan dan Hukum Merayakannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","name":"Kajian Islam","description":"Kajian Islam Bersama LSPT","publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization","name":"LSPT","alternateName":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","logo":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","https:\/\/x.com\/lspt_tbi","https:\/\/id.pinterest.com\/lsptpesantrentebuireng"],"description":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya","address":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#local-main-place-address"},"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}],"globalLocationNumber":"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314","name":"Rokhimatul Inayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rokhimatul Inayah"},"sameAs":["https:\/\/lspt.or.id"],"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/author\/inayah\/"},{"@type":"PostalAddress","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#local-main-place-address","streetAddress":"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek","addressLocality":"Jombang","postalCode":"61471","addressRegion":"Jawa Timur","addressCountry":"ID"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/sejarah-rebo-wekasan-dan-hukum-merayakannya\/#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","width":701,"height":701,"caption":"LSPT"}]},"geo.placename":"Jombang","geo.region":"Indonesia"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2858"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2861,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2858\/revisions\/2861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}