{"id":3070,"date":"2024-04-25T13:10:47","date_gmt":"2024-04-25T13:10:47","guid":{"rendered":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?p=3070"},"modified":"2024-04-25T13:10:48","modified_gmt":"2024-04-25T13:10:48","slug":"wujud-cinta-sesama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/","title":{"rendered":"Wujud Cinta Sesama"},"content":{"rendered":"\n<p>Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, &#8220;Apa yang sedang Anda tulis?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Sosok yang terang itu mengangkat kepalanya dan dengan wajah manis ia menjawab, &#8220;Nama-nama orang yang mencintai Tuhan.&#8221; &#8220;Adakah namaku di situ?&#8221; tanya Abou. &#8220;Tidak ada,\u201d jawab sang malaikat. Abou berkata dengan ceria, tetapi dengan suara lebih rendah, &#8220;Kalau begitu, mohon supaya namaku ditulis sebagai orang yang mencintai sesama manusia.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Malaikat menulis dan lalu menghilang. Pada malam berikutnya, malaikat itu datang kembali dengan cahaya yang menyilaukan dan memperlihatkan nama-nama yang diberkati cinta Tuhan. Tidak disangka, nama Abou tertera di atas semua nama.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan berkata kepada salah seorang hamba-Nya, &#8220;Aku lapar, tetapi kamu tidak mau memberi makan kepada-Ku.\u201d Tuhan berkata kepada yang lain, \u201dAku haus, tetapi kamu tidak memberi-Ku minum.&#8221; Tuhan berkata kepada yang lain, &#8220;Aku sakit, tetapi kamu tidak menjenguk-Ku.&#8221; Tentu hamba-hamba-Nya itu menyangkal. Tuhan menjawab, &#8220;Sesungguhnya saat si Fulan lapar, jika kamu memberi dia makan, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Saat si Fulan sakit, kalau kamu menjenguknya, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Saat si Fulan haus, jika kamu memberinya minum, maka kamu akan menemukan Aku bersamanya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak ayat al-Quran dan hadis yang memberi pesan senapas dengan pesan kisah Abou Ben Adhem di atas. Surah al-Ma&#8217;un menegaskan bahwa ibadah shalat kita tidak bermakna secara utuh kalau kita tak memperhatikan kaum miskin dan anak yatim.<\/p>\n\n\n\n<p>Khutbah Haji Wada Rasulullah penuh dengan pesan untuk menghargai manusia. Ajaran Islam pada awalnya menghormati hak asasi manusia dan itu ditunjukkan secara nyata oleh Rasulullah dan para sahabat. Khalifah Abu Bakar memberi sanksi kepada mereka yang tidak mau membayar zakat. Khalifah Umar selalu berkeliling dalam penyamaran untuk mencari rakyatnya yang hidup dalam kemiskinan untuk kemudian dibantunya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kritik Muhammad Abduh<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sekembali dari lawatan ke Eropa pada awal abad ke-20, Syekh Muhammad Abduh menerima pertanyaan: apa kesan yang timbul dalam dirinya? Jawabannya: di Eropa dia tidak melihat orang Islam, tetapi dia melihat etika Islam di dalam kehidupan masyarakat, di Mesir dia melihat banyak orang Islam, tetapi tidak melihat etika Islam di dalam kehidupan masyarakat. Kini seabad telah berlalu, kondisi masyarakat di negara-negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam tak jauh beranjak dari kritik Syekh Muhammad Abduh itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara ritual, kehidupan Islam di Indonesia selama 30-40 tahun terakhir berkembang pesat. Jumlah Muslim yang shalat meningkat, juga yang berhaji. Banyak sekali Muslimah berjilbab yang maju dalam karier. Kalangan santri banyak menjadi ilmuwan mumpuni dalam berbagai bidang ilmu, termasuk sains dan teknologi. Tentu kita mensyukuri perkembangan positif itu. Namun, kita pun perlu menyadari bahwa kesalehan sosial dan kesalehan profesional umat Islam tidak berbanding lurus dengan kesalehan ritualnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mencintai sesama berarti menghargai kehidupan mereka, baik secara fisik maupun batin. Menurut UUD, negara menjamin hak dasar rakyat, tetapi kita paham bahwa kemampuan pemerintah terbatas. Hak untuk mendapat pelayanan kesehatan sudah dimulai pada 2014, yang tentu masih memerlukan banyak perbaikan. Penderita kekurangan gizi masih tinggi, sekitar 36% dari jumlah penduduk.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Zakat dan pajak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Islam mewajibkan zakat antara lain sebagai cara untuk membantu kaum miskin. Dalam sepuluh tahun terakhir, pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) jumlahnya meningkat sekitar delapan kali. Jumlahnya sekitar Rp 5 triliun. Dibanding potensi yang ada, angka itu masih rendah. Saya memperkirakan potensi itu dari pendapatan domestik bruto (PDB) sebesar Rp 10.000 triliun, dikalikan rasio 20% lalu dikalikan beban zakat 2,5%, sama dengan Rp 50 triliun. Berarti, ZIS yang terkumpul baru 10% dari potensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, kesadaran membayar pajak dengan benar belum tertanam pada diri manusia Indonesia. Kesadaran membayar zakat dalam diri Muslimin Indonesia juga belum seperti seharusnya. Membayar zakat tidak akan membuat Muslim berkurang kekayaannya, bahkan bertambah. Pengalaman banyak orang bisa menjadi teladan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, &#8220;Apa yang sedang Anda tulis?&#8221;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3072,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,5],"tags":[366,799],"class_list":["post-3070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","category-kisah","tag-teladan-rasulullah","tag-wujud-cinta-sesama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.5) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Wujud Cinta Sesama - Kajian Islam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, &quot;Apa yang sedang Anda tulis?&quot;\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wujud Cinta Sesama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, &quot;Apa yang sedang Anda tulis?&quot;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kajian Islam\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-25T13:10:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-25T13:10:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/04\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"275\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"183\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\"},\"headline\":\"Wujud Cinta Sesama\",\"datePublished\":\"2024-04-25T13:10:47+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-25T13:10:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/\"},\"wordCount\":627,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/04\\\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg\",\"keywords\":[\"Teladan Rasulullah\",\"Wujud Cinta Sesama\"],\"articleSection\":[\"Inspirasi\",\"Kisah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/\",\"name\":\"Wujud Cinta Sesama - Kajian Islam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/04\\\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-04-25T13:10:47+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-25T13:10:48+00:00\",\"description\":\"Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, \\\"Apa yang sedang Anda tulis?\\\"\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/04\\\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/04\\\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg\",\"width\":275,\"height\":183,\"caption\":\"Wujud Cinta Sesama\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wujud Cinta Sesama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"name\":\"Kajian Islam\",\"description\":\"Kajian Islam Bersama LSPT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\",\"name\":\"LSPT\",\"alternateName\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id-id.facebook.com\\\/lspt.pusat\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/lspt_tbi\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/lsptpesantrentebuireng\"],\"description\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya\",\"address\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#local-main-place-address\"},\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}],\"globalLocationNumber\":\"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\",\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rokhimatul Inayah\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/author\\\/inayah\\\/\"},{\"@type\":\"PostalAddress\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#local-main-place-address\",\"streetAddress\":\"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek\",\"addressLocality\":\"Jombang\",\"postalCode\":\"61471\",\"addressRegion\":\"Jawa Timur\",\"addressCountry\":\"ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wujud-cinta-sesama\\\/#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"width\":701,\"height\":701,\"caption\":\"LSPT\"}]}<\/script>\n<meta name=\"geo.placename\" content=\"Jombang\" \/>\n<meta name=\"geo.region\" content=\"Indonesia\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wujud Cinta Sesama - Kajian Islam","description":"Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, \"Apa yang sedang Anda tulis?\"","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Wujud Cinta Sesama","og_description":"Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, \"Apa yang sedang Anda tulis?\"","og_url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/","og_site_name":"Kajian Islam","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","article_published_time":"2024-04-25T13:10:47+00:00","article_modified_time":"2024-04-25T13:10:48+00:00","og_image":[{"width":275,"height":183,"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/04\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rokhimatul Inayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@lspt_tbi","twitter_site":"@lspt_tbi","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Rokhimatul Inayah","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/"},"author":{"name":"Rokhimatul Inayah","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314"},"headline":"Wujud Cinta Sesama","datePublished":"2024-04-25T13:10:47+00:00","dateModified":"2024-04-25T13:10:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/"},"wordCount":627,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/04\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg","keywords":["Teladan Rasulullah","Wujud Cinta Sesama"],"articleSection":["Inspirasi","Kisah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#respond"]}],"copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/","name":"Wujud Cinta Sesama - Kajian Islam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/04\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg","datePublished":"2024-04-25T13:10:47+00:00","dateModified":"2024-04-25T13:10:48+00:00","description":"Penyair Inggris, James Henry Leigh Hunt (1784-1859), menulis puisi tentang seorang sufi: Abou Ben Adhem. Suatu malam Abou Ben Adhem terbangun dari suatu mimpi indah. Ia melihat bulan purnama di kamarnya, yang kemilau seperti lili yang mekar, dan seorang malaikat menulis di dalam kitab emas. Kedamaian jiwa membuat Abou berani bertanya kepada sosok yang ada di kamarnya, \"Apa yang sedang Anda tulis?\"","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#primaryimage","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/04\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/04\/Wujud-Cinta-Sesama.jpeg","width":275,"height":183,"caption":"Wujud Cinta Sesama"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wujud Cinta Sesama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","name":"Kajian Islam","description":"Kajian Islam Bersama LSPT","publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization","name":"LSPT","alternateName":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","logo":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","https:\/\/x.com\/lspt_tbi","https:\/\/id.pinterest.com\/lsptpesantrentebuireng"],"description":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya","address":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#local-main-place-address"},"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}],"globalLocationNumber":"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314","name":"Rokhimatul Inayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rokhimatul Inayah"},"sameAs":["https:\/\/lspt.or.id"],"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/author\/inayah\/"},{"@type":"PostalAddress","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#local-main-place-address","streetAddress":"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek","addressLocality":"Jombang","postalCode":"61471","addressRegion":"Jawa Timur","addressCountry":"ID"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wujud-cinta-sesama\/#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","width":701,"height":701,"caption":"LSPT"}]},"geo.placename":"Jombang","geo.region":"Indonesia"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3070"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3073,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3070\/revisions\/3073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}