{"id":3143,"date":"2024-06-24T13:51:30","date_gmt":"2024-06-24T13:51:30","guid":{"rendered":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?p=3143"},"modified":"2024-06-24T13:51:33","modified_gmt":"2024-06-24T13:51:33","slug":"miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/","title":{"rendered":"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;<em>Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.<\/em>&#8221; (Q.S. 53:48).<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sekian mufasir ada yang mengatakan: \u201cdialah yang mengkayakan dan memiskinkan.\u201d Dalam arti, itu menunjukkan kebebasan Tuhan untuk melakukan segala kehendak-Nya, Tuhan bisa mengkayakan dan Tuhan juga bisa memiskinkan. Tentu saja kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa Tuhan telah mendzalimi makhluk-Nya dengan menjadikannya miskin. Sebab kehendak Tuhan berada di luar jangkauan pengetahuan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dari sekian kehendak Tuhan, nyata sekali bahwasanya kita diperintahkan Tuhan untuk berusaha seoptimal mungkin menjadi orang yang mampu dalam jihad dengan harta dan jiwa. Dalam Al-Qur\u2019an seringkali memunculkan: <em>wa j\u0101had\u1ee5 bi`amw\u0101lihim wa anfusihim<\/em>, yaitu berjihad dengan harta dan jiwa. Dari sini semestinya seorang mukmin haruslah kaya dengan kekayaan yang tidak untuk ditumpuk dan ditimbun melainkan untuk <em>wajahadu <\/em>(jihad) dengan cara yang benar sesuai dengan kehendak Allah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Harta dan kekayaan menjadi begitu penting\u00a0 bagi orang Islam ketika dihadapkan pada kesempurnaannya dalam ber-Islam. Bagaimana orang bisa mengerjakan rukun Islam dengan sempurna kalau tidak kaya? Apa gunanya perintah zakat kalau tidak ada kelebihan harta? Apa gunanya perintah untuk menunaikan haji ke Baitullah kalau tidak mempunyai ongkos dan bekal di perjalanan? <\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah Tuhan telah memerintahkan untuk mengeksplorasi segala fasilitas bumi untuk kebutuhan manusia?: <em>anfiq\u1ee5 min \u1e6dayyib\u0101ti m\u0101 kasabtum wa mimm\u0101 akhrajn\u0101 lakum minal-ar\u1e0d<\/em>. Hal itu menunjukkan bahwa kesempurnaan menjalankan syariat Islam juga harus didukung dengan kemampuannya dalam harta benda.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang lebih mendasar lagi, tujuan utama manusia diciptakan Tuhan adalah untuk memanfaatkan alam ini secara optimal dengan menggambarkan Nabi Adam melalui skenario sedemikian rupa lalu ia diturunkan ke bumi untuk mengatur pengelolaan bumi: <em>Inn\u012b j\u0101\u2018ilun fil ardhi khal\u012bfah. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Lalu Nabi Adam dibekali peranti berupa pengetahuan untuk mengelolanya: <em>Wa &#8216;allama \u0101damal-asm\u0101`a kullah\u0101<\/em>. Malaikat yang tidak mengerti tujuan penciptaan manusia bertanya: <em>\u201cApakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana? Padahal, kami bertasbih memuji dan menyucikan nama-Mu.\u201d<\/em>\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Namun Tuhan tidak menggubris pertanyaan malaikat tersebut, Dia hanya menjawab: <em>\u201cSungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui<\/em>\u201d Artinya Tuhan tidak menghiraukan komplain malaikat tersebut karena mereka salah sasaran. Malaikat menyanggah penciptaan manusia berdasarkan persepsinya sendiri, padahal manusia adalah ciptaan yang berbeda dari mereka. Malaikat tidak butuh makan sedangkan manusia butuh makan. <\/p>\n\n\n\n<p>Malaikat juga mengatakan: <em>\u201cTuhan apakah engkau tidak puas telah kami sembah, kami bertasbih, memuji dan menyucikan nama-Mu\u201d <\/em>pertanyaan dengan nada<em> <\/em>keluhan ini pun salah sasaran karena manusia seringkali tidak menggunakan tasbih dan tahmid untuk mengelola alam. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam mengebor minyak bumi, menggali sumur, membuat rumah, menyuburkan lahan pertanian, dsb, manusia tidak menggunakan cara bertasbih atau memperbanyak <em>wiridan<\/em>. Makanya Tuhan tidak mau <em>ngeladeni<\/em> malaikat yang tidak paham-paham itu. Sehingga dari tujuan awal saja, Nabi Adam memang sudah diciptakan untuk kaya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti halnya Hadraturrasul Muhammad Saw,yang juga kaya raya. Diceritakan bahwa setiap bulan Dzulhijjah Nabi berkurban 100 unta untuk dibagi-bagikan ke warga Arab. Jika di-kurs-kan pada zaman sekarang, harga satu unta kira-kira 30 juta rupiah, maka dikali 100 unta totalnya bisa 3 milyar rupiah. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu menunjukkan Nabi Muhammad bukanlah orang miskin, Ia adalah orang yang kaya raya akan tetapi kekayaannya selalu habis tak tersisa. Hadraturrasul kaya raya tetapi tidak menikmati kekayaannya di dunia. Maka pantaslah Nabi berdoa:<em> \u201cAllahumma ahyini miskinan wa amitni miskinan wahsyurni fi zumratin al-masakiin.\u201d<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p>Hadraturrasul miskin oleh karena ia tidak tergoda dengan dunia, tidak menempatkan dunia di hatinya sebab yang menjadi tujuannya hanyalah Allah Swt. Seperti orang yang asik becumbu dengan kekasihnya menjadi kenyang meskipun tidak makan. Dia tidak disibukkan dengan hal-hal lain selain dari pada kekasihnya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Filosofi dari doa nabi yang meminta miskin tersebut adalah perasaan hati menjadi tenang\u00a0 apabila tidak ada beban dunia, miskin yang betul-betul tak punya apa-apa. Miskin dalam doa nabi itu adalah dimensi ilahiyah, ada yang menyebutnya dengan istilah zuhud. <\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan realitanya nabi kendaraannya bagus, al-Qashwa adalah unta yang terbagus dan termahal, tidak ada unta yang lebih bagus dari unta Rasulullah itu. Pakaian Rasulullah juga banyak yang bagus, anggun, bersih, dan juga banyak yang biasa. Tetapi Rasulullah menyikapi semua itu dengan wajar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dua Dimensi Kemiskinan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Doa nabi: <em>\u201cAllahumma ahyini miskinan wa amitni miskinan wahsyurni fi zumratin al-masakiin.\u201d<\/em> Tidak bisa dipisah-pisah. Sebab orang yang paling ringan masuk surga kelak adalah orang yang miskin. Maka perlu dijabarkan di sini bahwa ada dua dimensi kemiskinan, pertama orang miskin karena hartanya habis dijariyahkan (disedekahkan). Kedua orang miskin karena sama sekali tidak punya harta benda.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dimensi yang pertama inilah Nabi Muhammad Saw bisa dikatakan miskin karena akhirnya memang nabi tidak punya apa-apa. Dalam perjalannya ketika nabi kaya, kekayaannya selalu habis untuk disedekahkan. Seandainya Nabi mau mengumpulkan dan menimbun hartanya tentu saja sudah banyak tak terhitung, berapa banyak hadiah dari raja-raja, berupa harta benda, budak, parfum, perawatan medis, dll, namun Nabi selalu menghabiskan hartanya untuk disedekahkan, untuk biaya perang, untuk memerdekakan budak, dll.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sahabat-sahabat nabi juga total dalam menginfakkan harta dan jiwanya di jalan Allah. Di antaranya Abu Dzar al-Ghifari yang begitu mulus dalam beribadah kepada Allah, sampai nabi mengatakan: <em>\u201cAbu Dzar itu akan hidup sendirian, mati sendirian<\/em>\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p>Sahabat nabi yang lain Abdurrahman ibnu Auf yang selalu menangis karena mendengar akan masuk surga dengan cara merangkak, akhirnya ia menyedekahkan semua hartanya untuk perjuangan Islam. Begitupun dengan Sayyidina Utsman sampai mendapat pujian yang tinggi dari Nabi dan dijamin masuk surga karena membiayai puluhan ribu serdadu perang Tabuk saat melawan Romawi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dimensi yang kedua al-Quran menyebutkan: <em>wadhuribat &#8216;alaihimudz-dzillatu wal maskanah<\/em>. Mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan (QS. 2:61).\u00a0 Ada kaitan antara <em>dzillah<\/em>, kerendahan martabat seseorang dengan <em>maskanah<\/em>, kemiskinan. Ada orang miskin yang ngemis-ngemis itu memang <em>dhillah <\/em>(kenistaan). Mengemis itu bukan hanya miskin tapi bentuk kerakusan dan kebodohan. <\/p>\n\n\n\n<p>Makanya dia tidak punya harga diri, merendahkan dirinya sendiri di jalan-jalan, apalagi mengemis sampai menyakiti diri seperti anak-anak muda yang menyemprot tubuhnya dengan cat untuk mendapatkan uang. Itu merusak generasi kita yang bagus-bagus.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Maka betul dikatakan kefakiran lebih dekat dengan kekufuran, dan ini yang selalu menjadi alasan dari setiap tindak kejahatan. Menjadi mengemis alasannya kemiskinan, menjadi pelacur alasannya kemiskinan, menjadi pencuri alasannya kemiskinan. Padahal di sisi lain banyak orang yang miskin tetapi tidak melacur, tidak mencuri, dan tidak mengemis, karena apa? karena keimanan. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang masih menjaga keimanan dan harga dirinya meskipun dengan cara menjual mainan, menjual balon dan gulali di sekolah anak-anak, menjual kacang di bis-bis kota. Sekarang mana yang lebih\u00a0 punya harga diri antara orang yang jualan kacang dengan orang yang mengamen? Jelas orang yang jualan kacang. Kalau dilihat dari pendapatannya lebih besar yang mana?\u00a0 Jelas orang yang ngamen. Apakah yang menjual kacang tahu kalau hasilnya lebih banyak yang ngamen? Penjual kacang tahu, tapi dia tidak mau melakukan itu kerena ada keimanan dalam dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi kemiskinan ada dimensinya, karena wahyu itu bisa menyentuh kelas khusus maka yang kelas umum jangan mencoba sekali-kali masuk ke kelas khusus, artinya&nbsp; tidak boleh kita meminta kemiskinan. Cukup bagi kita berpedoman pada <em>kefakiran itu dekat dengan kekufuran<\/em>, itu saja yang kita pakai. Karena rata-rata imannya umat ini lemah. Buktinya, kita tidak pernah aman meletakkan sesuatu seperti dompet atau HP bahkan di masjid&nbsp; sekalipun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi itulah sebabnya nabi menganjurkan umatnya menjadi kaya sebab selain banyak iman umat ini lemah juga banyak perintah syariat bicara demikian. Kekayaan yang tidak berhenti di kaya saja, tetapi diperuntukkan sebagai sarana ibadah kepada Tuhan, seperti membangun masjid, melaksanakan ibadah haji, bersedekah, dll. Menjadi miskin memang tidak dilarang tetapi apakah imannya siap menanggungnya? <\/p>\n\n\n\n<p>Orang fakir yang sabar dan orang kaya yang bersyukur adalah dua golongan yang sama-sama menboking surga. Yang satu membeli surga dengan hartanya dan satu lagi membeli surga dengan kesabarannya. Mana yang lebih baik? Yang lebih utama adalah yang memboking surga tanpa uang.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Wallahu a&#8217;lam bissawab &#8230; <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101<\/p>\n<p>&#8220;Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.&#8221; (Q.S. 53:48).<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3144,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23,28,104,7,5],"tags":[834,833,835],"class_list":["post-3143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akidah","category-dzikir","category-hikmah","category-inspirasi","category-kisah","tag-miskin-bermartabat","tag-miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat","tag-miskin-tak-bermartabat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.5) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat - Kajian Islam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101&quot;Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.&quot; (Q.S. 53:48).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101&quot;Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.&quot; (Q.S. 53:48).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kajian Islam\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-24T13:51:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-24T13:51:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/06\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"296\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"170\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\"},\"headline\":\"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat\",\"datePublished\":\"2024-06-24T13:51:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-24T13:51:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/\"},\"wordCount\":1246,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/06\\\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg\",\"keywords\":[\"Miskin Bermartabat\",\"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat\",\"Miskin Tak Bermartabat\"],\"articleSection\":[\"Akidah\",\"Dzikir\",\"Hikmah\",\"Inspirasi\",\"Kisah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/\",\"name\":\"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat - Kajian Islam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/06\\\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-24T13:51:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-24T13:51:33+00:00\",\"description\":\"Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101\\\"Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.\\\" (Q.S. 53:48).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/06\\\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/06\\\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg\",\"width\":296,\"height\":170,\"caption\":\"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"name\":\"Kajian Islam\",\"description\":\"Kajian Islam Bersama LSPT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\",\"name\":\"LSPT\",\"alternateName\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id-id.facebook.com\\\/lspt.pusat\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/lspt_tbi\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/lsptpesantrentebuireng\"],\"description\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya\",\"address\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#local-main-place-address\"},\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}],\"globalLocationNumber\":\"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\",\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rokhimatul Inayah\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/author\\\/inayah\\\/\"},{\"@type\":\"PostalAddress\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#local-main-place-address\",\"streetAddress\":\"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek\",\"addressLocality\":\"Jombang\",\"postalCode\":\"61471\",\"addressRegion\":\"Jawa Timur\",\"addressCountry\":\"ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\\\/#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"width\":701,\"height\":701,\"caption\":\"LSPT\"}]}<\/script>\n<meta name=\"geo.placename\" content=\"Jombang\" \/>\n<meta name=\"geo.region\" content=\"Indonesia\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat - Kajian Islam","description":"Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101\"Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.\" (Q.S. 53:48).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat","og_description":"Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101\"Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.\" (Q.S. 53:48).","og_url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/","og_site_name":"Kajian Islam","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","article_published_time":"2024-06-24T13:51:30+00:00","article_modified_time":"2024-06-24T13:51:33+00:00","og_image":[{"width":296,"height":170,"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/06\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rokhimatul Inayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@lspt_tbi","twitter_site":"@lspt_tbi","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Rokhimatul Inayah","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/"},"author":{"name":"Rokhimatul Inayah","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314"},"headline":"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat","datePublished":"2024-06-24T13:51:30+00:00","dateModified":"2024-06-24T13:51:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/"},"wordCount":1246,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/06\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg","keywords":["Miskin Bermartabat","Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat","Miskin Tak Bermartabat"],"articleSection":["Akidah","Dzikir","Hikmah","Inspirasi","Kisah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#respond"]}],"copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/","name":"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat - Kajian Islam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/06\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg","datePublished":"2024-06-24T13:51:30+00:00","dateModified":"2024-06-24T13:51:33+00:00","description":"Wa annah\u1ee5 huwa agn\u0101 wa aqn\u0101\"Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.\" (Q.S. 53:48).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#primaryimage","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/06\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/06\/Miskin-Bermartabat-dan-Miskin-Tak-Bermartabat.jpg","width":296,"height":170,"caption":"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","name":"Kajian Islam","description":"Kajian Islam Bersama LSPT","publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization","name":"LSPT","alternateName":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","logo":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","https:\/\/x.com\/lspt_tbi","https:\/\/id.pinterest.com\/lsptpesantrentebuireng"],"description":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya","address":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#local-main-place-address"},"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}],"globalLocationNumber":"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314","name":"Rokhimatul Inayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rokhimatul Inayah"},"sameAs":["https:\/\/lspt.or.id"],"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/author\/inayah\/"},{"@type":"PostalAddress","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#local-main-place-address","streetAddress":"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek","addressLocality":"Jombang","postalCode":"61471","addressRegion":"Jawa Timur","addressCountry":"ID"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/miskin-bermartabat-dan-miskin-tak-bermartabat\/#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","width":701,"height":701,"caption":"LSPT"}]},"geo.placename":"Jombang","geo.region":"Indonesia"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3143"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3145,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3143\/revisions\/3145"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}