{"id":3316,"date":"2024-08-14T12:21:40","date_gmt":"2024-08-14T12:21:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?p=3316"},"modified":"2024-08-14T12:21:42","modified_gmt":"2024-08-14T12:21:42","slug":"mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/","title":{"rendered":"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk <em>Aedes aegypti<\/em>. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang di antaranya meninggal dunia, yang mana anak usia 5-14 tahun menjadi penyumbang kematian terbanyak. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun sudah ada program pemerintah untuk menurunkan angka DBD, namun belum sepenuhnya berhasil. Oleh karena itu, perlu inovasi program, seperti yang sekarang sering kita dengar. Ya, nyamuk <em>Wolbachia<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, tidak ada spesies nyamuk <em>Wolbachia<\/em>. <em>Wolbachia<\/em> adalah nama bakteri yang secara alami ada dalam tubuh banyak serangga, seperti lalat buah, kupu-kupu, dan beberapa jenis nyamuk. <em>Wolbachia<\/em> ini tidak dapat menginfeksi hewan lain atau manusia. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari penelitian yang sudah ada, bakteri <em>Wolbachia<\/em> mampu menghambat perkembangan virus Dengue yang ada di nyamuk <em>Aedes aegypti<\/em>. Dengan kata lain, jika ada nyamuk ber-<em>Wolbachia<\/em> menghisap darah manusia yang sedang sakit DBD, maka virus Dengue pun ikut terhisap. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, karena sudah ada bakteri <em>Wolbachia<\/em>, virus menjadi tidak bisa berkembang. Sehingga, meskipun kita digigit nyamuk tersebut, kita tidak tertular sakit DBD. Semakin banyak nyamuk ber-<em>Wolbachia<\/em>, virus Dengue semakin sulit berkembang dan ditularkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebaran nyamuk ber-<em>Wolbachia<\/em> ini pernah dilakukan di Yogyakarta, dan terbukti mampu menurunkan kasus DBD sebanyak 77,1%. Selain di Indonesia, 14 negara lain seperti Brasil, Singapura, dan Australia, juga telah melaporkan penurunan kasus DBD dengan diterapkannya inovasi ini. <\/p>\n\n\n\n<p>WHO, sebagai badan kesehatan dunia juga telah mengakui inovasi ini dalam pengendalian hewan perantara yang membawa kuman penyakit bagi manusia. Dengan bukti ilmiah tersebut, Kemenkes RI menyetujui program penyebaran nyamuk ber-<em>Wolbachia<\/em> ini ke lima kota terpilih sebagai langkah awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, terdapat masyarakat yang merespons program ini dengan kekhawatiran, karena mungkin belum diberikan sosialisasi yang optimal. <\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa komentar yang penulis baca antara lain: jumlah nyamuk akan semakin banyak dan ganas, bakteri <em>Wolbachia<\/em> akan menginfeksi manusia, nyamuk ber-<em>Wolbachia<\/em> adalah hasil rekayasa genetika yang dikendalikan untuk mengubah seseorang menjadi LGBT, hingga dapat membunuh manusia. <\/p>\n\n\n\n<p>Itu semua sudah dikonfirmasi hoaks oleh Kemkominfo RI. Akhir kata, meskipun program baru ini cukup efektif dan aman, jangan lupa untuk tetap melakukan 3M Plus untuk mencegah nyamuk berkembang dan menularkan penyakit lain.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Wallahu a&#8217;lam bissawab &#8230; <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang&#8230; <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[104],"tags":[1006,1007,1009,1008],"class_list":["post-3316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hikmah","tag-mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya","tag-nyamuk","tag-nyamuk-wolbachia","tag-wolbachia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya - Kajian Islam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang di antaranya meninggal dunia, yang mana anak usia 5-14 tahun menjadi penyumbang kematian terbanyak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang di antaranya meninggal dunia, yang mana anak usia 5-14 tahun menjadi penyumbang kematian terbanyak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kajian Islam\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-14T12:21:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-14T12:21:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/08\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"168\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@lspt_tbi\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rokhimatul Inayah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\"},\"headline\":\"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya\",\"datePublished\":\"2024-08-14T12:21:40+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-14T12:21:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/\"},\"wordCount\":347,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/08\\\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg\",\"keywords\":[\"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya\",\"Nyamuk\",\"Nyamuk Wolbachia\",\"Wolbachia\"],\"articleSection\":[\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/\",\"name\":\"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya - Kajian Islam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/08\\\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-14T12:21:40+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-14T12:21:42+00:00\",\"description\":\"Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang di antaranya meninggal dunia, yang mana anak usia 5-14 tahun menjadi penyumbang kematian terbanyak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/08\\\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2024\\\/08\\\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg\",\"width\":300,\"height\":168,\"caption\":\"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"name\":\"Kajian Islam\",\"description\":\"Kajian Islam Bersama LSPT\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#organization\",\"name\":\"LSPT\",\"alternateName\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id-id.facebook.com\\\/lspt.pusat\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/lspt_tbi\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/lsptpesantrentebuireng\"],\"description\":\"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya\",\"address\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#local-main-place-address\"},\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}],\"globalLocationNumber\":\"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314\",\"name\":\"Rokhimatul Inayah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rokhimatul Inayah\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/author\\\/inayah\\\/\"},{\"@type\":\"PostalAddress\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#local-main-place-address\",\"streetAddress\":\"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek\",\"addressLocality\":\"Jombang\",\"postalCode\":\"61471\",\"addressRegion\":\"Jawa Timur\",\"addressCountry\":\"ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\\\/#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lspt.or.id\\\/kajian\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/3\\\/2022\\\/04\\\/unnamed-3.jpg\",\"width\":701,\"height\":701,\"caption\":\"LSPT\"}]}<\/script>\n<meta name=\"geo.placename\" content=\"Jombang\" \/>\n<meta name=\"geo.region\" content=\"Indonesia\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya - Kajian Islam","description":"Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang di antaranya meninggal dunia, yang mana anak usia 5-14 tahun menjadi penyumbang kematian terbanyak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya","og_description":"Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang di antaranya meninggal dunia, yang mana anak usia 5-14 tahun menjadi penyumbang kematian terbanyak.","og_url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/","og_site_name":"Kajian Islam","article_publisher":"https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","article_published_time":"2024-08-14T12:21:40+00:00","article_modified_time":"2024-08-14T12:21:42+00:00","og_image":[{"width":300,"height":168,"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/08\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rokhimatul Inayah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@lspt_tbi","twitter_site":"@lspt_tbi","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Rokhimatul Inayah","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/"},"author":{"name":"Rokhimatul Inayah","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314"},"headline":"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya","datePublished":"2024-08-14T12:21:40+00:00","dateModified":"2024-08-14T12:21:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/"},"wordCount":347,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/08\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg","keywords":["Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya","Nyamuk","Nyamuk Wolbachia","Wolbachia"],"articleSection":["Hikmah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#respond"]}],"copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/","name":"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya - Kajian Islam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/08\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg","datePublished":"2024-08-14T12:21:40+00:00","dateModified":"2024-08-14T12:21:42+00:00","description":"Demam Dengue, atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, sekitar 74.000-140.000 kasus dilaporkan tiap tahunnya, 700-1.300 orang di antaranya meninggal dunia, yang mana anak usia 5-14 tahun menjadi penyumbang kematian terbanyak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#primaryimage","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/08\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/08\/Mengenal-Nyamuk-Wolbachia-dan-Kontroversinya.jpg","width":300,"height":168,"caption":"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Kontroversinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#website","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","name":"Kajian Islam","description":"Kajian Islam Bersama LSPT","publisher":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#organization","name":"LSPT","alternateName":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/","logo":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/id-id.facebook.com\/lspt.pusat","https:\/\/x.com\/lspt_tbi","https:\/\/id.pinterest.com\/lsptpesantrentebuireng"],"description":"Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah, Waqaf tunai serta Dana sosial lainnya","address":{"@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#local-main-place-address"},"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}],"globalLocationNumber":"AIzaSyB1ObvMeDUUK7LNpxOG51EKNUvMaJDUrKU"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/#\/schema\/person\/1200c2fed45a04e66888e5ed68933314","name":"Rokhimatul Inayah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d49f17ea06c055b7d4a67f4f8a0d78095d56648b782b477bdb0629c9f31a33e2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rokhimatul Inayah"},"sameAs":["https:\/\/lspt.or.id"],"url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/author\/inayah\/"},{"@type":"PostalAddress","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#local-main-place-address","streetAddress":"Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek, Jl. Irian Jaya Tebuireng Gg. 4, Cukir, Kec. Diwek","addressLocality":"Jombang","postalCode":"61471","addressRegion":"Jawa Timur","addressCountry":"ID"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/mengenal-nyamuk-wolbachia-dan-kontroversinya\/#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2022\/04\/unnamed-3.jpg","width":701,"height":701,"caption":"LSPT"}]},"geo.placename":"Jombang","geo.region":"Indonesia"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3316"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3318,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3316\/revisions\/3318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lspt.or.id\/kajian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}