Inkubator Gratis LSPT, Agar Bayi Berkembang Normal

Jombang, LSPT

Layaknya siklus kehidupan, setiap pasangan ingin memiliki momongan. Anak adalah belahan jiwa yang selalu dinantikan hadirnya di muka bumi.

Namun dalam kenyataannya, tidak semua anak dapat lahir dengan selamat. Saat masa persalinan, nyawa menjadi taruhan apakah jiwa anak atau sang ibu dapat diselamatkan. Karena tidak sedikit yang berujung kematian.

Kalaupun lahir dengan selamat, maka bukan berarti masalah akan selesai begitu saja. Ada beberapa yang lahir dengan tidak normal, baik fisik maupun mentalnya. Termasuk berat badan yang di luar kewajaran.

“Memberikan harapan kepada orang tua yang anaknya lahir prematur, maka LSPT memberikan layanan inkubator gratis,” kata Afif Abdur Rokhim. Direktur Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT ini mengemukakan bahwa keberadaan alat tersebut sangat penting bagi sejumlah orang tua, apalagi mereka yang kurang mampu.

Dijelaskan mahasiswa pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari ini bahwa beberapa waktu ini LSPT menyediakan alat inkubator kepada pasangan yang anaknya lahir prematur. “Yang kami lakukan tidak semata memberikan alat, juga membatu asupan gizi sehingga bayi dapat tumbuh dengan normal,” terangnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Muhammad Rusdi. Bahwa  pelayanan diberikan tidak semata alat, juga tenaga kesehatan dan bantuan bagi gizi bayi maupun ibu yang melahirkan. “Kondisi bayi kita pantau agar benar-benar bisa tumbuh dengan baik, tentunya dengan asupan gizi yang memadai,” jelas Manajer Program LSPT tersebut.

Hingga kini telah beberapa bayi bisa mendapatkan manfaat dari alat dimaksud, dan semua tersebar di sejumlah daerah di Jombang.

Menjelang kemerdekaan Republik Indonesia, adalah ananda Evelyn Arsylla Inara menerima manfaat dari alat ini. Bayi yang lahir 15 Agustus 2020 tersebut lahir dengan berat badan 1770 gram dan panjang 43 sentimeter.

“Yang bersangkutan adalah warga Desa Kayangan tepatnya RT 5 RW 3 Kecamatan Diwek, putri pasangan Yeni Kurniawati dan Agus Nuriyanto,” terang Rusdi, sapaan akrabnya. Sang bayi lahir di RSUD Jombang, lanjutnya.

“Alhamdulillah, ini adalah bayi ketiga yang mendapat bantuan peminjaman inkubator gratis dari LSPT. Mudah-mudahan bisa meringankan beban bagi para penerima manfaat,” harapnya.

Masih menurut Rusi, sebelumnya LSPT menolong Muhammad Royyan Alfitri yang lahir 24 Mei 2020. Kala itu berat badannya 1,430 gram, panjang badan yakni 36 sentimeter dengan lingkar kepala 25 sentimeter. Bayi beralamat di Dusun Simo, RT / RW: 002 / 015 Desa Pucangsimo

Kecamatan Bandar Kedung Mulyo Jombang.

“Itu bayi pasangan Siti Zuhriyah dan Mujib Sarip yang lahir di RSUD Jombang,” katanya. Bayi pulang dari rumah sakit 9 Juni 2020 dan mendapatkan pinjaman inkubator sejak 10 Juni 2020.

Rusdi mengemukakan, keberadaan alat inkubator benar-benar menjadi harapan bagi kalangan yang kekurangan secara finasial. Apalagi kebanyakan terimbas Corona yang mana masalah pekerjaan dan penghasilan sedang bermasalah. Oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa hadirnya alat tersebut menjadi malaikat kecil agar bayi yang lahir tidak normal bisa mendapatkan perawatan yang memadai.

“Saya sangat berterima kasih atas perhatian LSPT dan hanya bisa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” kata Mujib Sarip.

Pekerja serabutan tersebut benar-benar bingung kala mengetahui anak yang diidamkan lahir tidak sesuai harapan. Namun dengan perhatian yang diberikan LSPT akhirnya bisa tertangani dengan baik. (Syaifullah)