Memberikan Harapan Hidup Bayi Lewat Inkubator

Jombang, LSPT

Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT terus menebar manfaat bagi umat. Khususnya mereka yang hidup serba kekurangan, namun sedikit perhatian.

Dan sudah beberapa kali, lembaga sosial yang berada di bawah naungan yayasan Pesantren Tebuireng ini memberikan layanan bantuan inkubator. Kali ini diberikan kepada Eliza Aurel Nirmalasari , putri dari pasangan Eka Wati dan Suherman. Keluarga yang beruntung ini beralamat di Dusun Kedung Gabus, Desa Pucang Simo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Kepada media ini, Eka Wati mengemukakan bahwa awalnya tidak pernah membayangkan bahwa anak yang diidamkan akan lahir seperti ini. Namun hal itu tentu saja tidak disesali karena keberadaan buah hati adalah kurnia yang demikian agung.

“Kami bersyukur diberikan anak karena tidak sedikit pasangan nikah yang gagal mendapatkannya,” kata dia lewat sambungan telepon. Namun dengan lahir prematur, maka tentu saja harus ada penanganan lebih agar sang anak bisa tumbuh dengan normal.

Dirinya tidak menampik kalau awalnya dibuat pusing atas kondisi yang ada. Maklum saja, kesehariannya bukan termasuk kalangan berada. Sehingga tidak bisa membayangkan apabila harus memiliki inkubator sendiri agar sang buah hati dapat tumbuh dengan normal.

“Untungnya ada perhatian dari LSPT dengan meminjamkan inkubator dengan cuma-cuma,” katanya dengan muka berbinar. Apalagi tidak hanya pinjaman gratis inkubator, kondisi sang anak terus dipantau.

Menurutnya, apa yang dilakukan LSPT sangat bermakna bagi pasangan ini. “Apalagi kami bukan merupakan kalangan berpunya yang tentu saja sangat terbantu dengan alat ini. Belum lagi perhatian berupa terpantaunya kondisi kesehatan saya dan anak,” terangnya.

 

Manfaat Inkubator

Seorang ibu pasti ingin kelahiran bayinya berjalan lancar dan tidak jauh dari hari perkiraan lahir (HPL). Namun, ada kondisi tertentu yang dapat menyebabkan buah hati terlahir prematur, dan perlu masuk ke dalam inkubator bayi selama beberapa waktu.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir di saat usia kandungan kurang dari 37 minggu. Di usia tersebut, beberapa organ tubuh mereka belum berkembang dengan sempurna. Agar bisa bertahan hidup di luar rahim dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mereka pun akan ditempatkan di dalam inkubator.

Inkubator adalah alat yang berbentuk kotak dan berbahan plastik transparan. Alat ini memungkinkan bayi terhindar dari infeksi bakteri dan suara bising, serta menjaga tubuhnya tetap hangat. Di bawah ini adalah beberapa alasan kenapa bayi prtematur memerlukan inkubator:

Bayi prematur tidak memiliki jaringan lemak yang cukup untuk mengatur suhu tubuhnya dengan baik. Itulah sebabnya mereka perlu segera dimasukkan ke dalam inkubator bayi yang hangat, agar terhindar dari udara dingin sesaat setelah lahir.
Selain itu, inkubator juga berguna melindungi bayi dari infeksi dan zat-zat pemicu alergi. Meski ditempatkan di dalam inkubator, bukan berarti tidak dapat menyentuh buah hati. Perawat akan memberi tahu bagaimana cara merawat dan bersentuhan dengan bayi yang berada di dalam inkubator.

Sebagian bayi yang terlahir prematur dapat mengalami masalah dengan pernapasan sehingga rentan untuk mengalami kekurangan oksigen. Dalam kondisi ini, dapat digunakan alat bantu nafas pada inkubator, agar asupan oksigen bagi sikecil dapat tercukupi.

Kondisi kesehatan bayi yang terlahir prematur sangat memerlukan perhatian khusus. Dengan memasukkan bayi ke dalam inkubator di ruang perawatan intensif neonatal, dokter dan perawat dapat memantau dan mengukur detak jantung, suhu tubuh, pernapasan, kadar oksigen, serta tekanan darah bayi.

Bayi yang terlahir prematur cenderung lebih mudah terserang penyakit kuning. Untuk mengobatinya, bayi mungkin perlu dirawat di dalam inkubator dan mendapatkan terapi sinar (fototerapi). Terapi sinar ini berguna untuk mengurangi jumlah pigmen kuning (bilirubin) di dalam tubuh bayi.

Dengan inkubator bayi, buah hati yang terlahir prematur dapat tumbuh menjadi bayi yang sehat. Selama dia ditempatkan di kotak khusus tersebut, jangan ragu untuk menanyakan perkembangan kondisinya kepada dokter anak ataupun perawat.***