Shadaqah

Perbedaan infaq dan sedekah bisa kita lihat dari perwujudannya. Infaq adalah amalan yang mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan kita.

“Dan berinfaklah kamu (bersedekah atau nafakah) di jalan Allah dan janganlah kamu mencampakkan diri kamu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah kerana sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al Baqarah: 195).

Dasar hukum infaq tertuang dalam surat Adz-Dzariyat ayat 19 yang menjelaskan bahwa ada sebagian dari harta kita yang menjadi hak orang miskin.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”

Lalu bagaimana dengan orang yang tidak memiliki cukup harta untuk berinfaq?

Di sinilah kita bisa lihat adilnya Allah SWT. Bagi orang yang tidak mampu berinfaq, Allah SWT menyediakan pahala sedekah. Karena sedekah adalah pemberian seseorang yang wujudnya tidak harus berupa harta. Sedekah bisa berupa waktu, tenaga, dan bantuan lain yang bisa bermanfaat bagi sesama.

“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Buletin Donatur