Tentang Zakat

Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari telah membahas tentang Zakat dalam kitabnya yang berjudul Maqashid Asy-Syariah. Beliau mengatakan bahwa Zakat itu diwajibkan kepada setiap muslim yang merdeka dan memiliki harta dengan kepemilikan hak milik penuh (bukan harta pinjaman, harta syirkah/kerja sama, dll).

Harta-harta yang wajib dizakati tersebut dapat perinci sebagai berikut: Pertama, adalah hewan ternak yang tidak dipekerjakan yaitu unta, sapi dan kambing. Kedua, adalah perhiasan yang terdiri dari emas dan perak. Ketiga, adalah harta dagangan. Keempat, adalah tanaman yang biasanya dijadikan sebagai makanan pokok seperti gandum, beras, adas (tanaman bumbu/obat), kurma, dan anggur.

Adapun zakat fitrah yang wajib dikeluarkan oleh muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) ialah sebesar satu sho’ sama dengan 5 1/3 (lima sepertiga) kati Iraq, sama pula dengan 660 (enam ratus enam puluh) dirham Istambul, atau bisa juga kalau di Indonesia menggunakan kilo gram (kg) dengan berat 2,75 kg.

Orang yang wajib mengeluarkan zakat menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ada dua orang, yaitu orang Islam dan orang kafir. Orang Islam wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri berikut orang-orang yang wajib ia penuhi nafkahnya, seperti leluhurnya, keturunannya, istri dan budaknya. Sedangkan orang kafir mengeluarkan zakat fitrah untuk orang-orang Islam yang wajib ia penuhi nafkahnya, seperti budak dan kerabatnya. Dengan syarat orang tersebut menjumpai terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan dan menjumpai Syawal sekalipun cuma sebagian. Kemudian ada lebihan makanan yang ia miliki untuk persediaan makanan pada malam hari raya dan di hari raya.

Zakat fitrah wajib dibagikan kepada delapan golongan atau beberapa golongan saja yang ada di tempat wajibnya zakat tersebut. Delapan golongan tersebut adalah:

  1. Faqir

Adalah orang yang tidak memiliki harta di tangannya.

  1. Miskin

Adalah orang mempunyai harta atau pekerjaan yang memenuhi kehidupannya namun tidak mencukupi kebutuhannya, seperti kebutuhannya 10 dia hanya mampu.

  1. Amil

Adalah orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat kepada orang yang berhak menerima zakat.

  1. Muallaf

Adalah seperti muslim yang hatinya masih lemah akan Islam atau seperti muslim yang hatinya sudah kuat akan Islam, tetapi dengan memberinya zakat ada harapan orang lain akan masuk Islam karenanya.

  1. Budak Mukatabah

Adalah budak perempuan (kalau laki-laki disebut mukatab) yang akan dimerdekakan oleh majikannya apabila membayar sejumlah uang kepada majikannya dalam waktu yang telah ditentukan dengan jalan mengangsur.

  1. Ghorim,

Adalah orang yang dililit hutang dan tidak mampu untuk membayarnya. Penghutang diberi zakat selama ia masih memiliki hutang, jika telah lunas maka tidak diberi zakat lagi. Ghorim ada dua macam. Pertama, Ghorim untuk kepentingan diri sendiri atau pribadi, yakni orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan primer seperti rumah, makan, kendaraan, dll. Kedua, Ghorim untuk kepentingan kemaslahatan orang lain atau kepentingan umum, yakni orang-orang yang berhutang bukan untuk dirinya sendiri, seperti orang yang mendirikan madrasah, masjid, musholla, dll walaupun dia kaya raya.

  1. Fii Sabilillah

Menurut bahasa bisa diartikan orang yang berperang (jihad) di jalan Allah. Kemudian para Ulama berbeda pendapat satu sama lain. Akhirnya Ulama sepakat bahwa makna Fii Sabilillah diartikan sebagai orang yang berjuang di jalan Allah secara umum. Seperti orang yang sedang bekerja, orang belajar, dll.

  1. Ibnu Sabil

Adalah Orang yang bepergian asalkan perjalanannya mubah; diperbolehkan oleh syara’ dan orang tersebut kemudian kehabisan bekal di daerah lain. Ini boleh menerima zakat walaupun dia orang kaya di daerahnya.

Buletin Donatur