Zakat Mal

Karena tergolong zakat jenis baru, istilah profesi dalam bahasa arab tidak ditemukan padanan kata yang pas. Hal ini terjadi karena bahasa Arab sangat sedikit menyerap bahasa asing. Di Negara Arab modern, istilah profesi diterjemahkan dalam dua kosakata bahasa arab.

Pertama al-mihnah, kata ini sering dipakai untuk menunjuk pekerjaan yang mengandalkan otak. Karena itu kaum profesional disebut dengan al-mihaniyyun atau ashab al-mihnah. Misalnya, pengacara, penulis, dokter, pakar hokum, pekerja kantoran dan lain sebagainya. Kedua ialah al-hirfah, kata ini lebih ditunjukkan untuk pekerjaan yang mengandalkan tenaga otot. Misalnya, pengrajin, pandai besi, tukang  jahit, kuli bangunan, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam skripsi Hamrozi yang mengutip fachrudin berpendapat bahwa : Profesi adalah segala usaha yang halal yang mendatangkan hasil (uang) relative banyak dengan cara mudah, baik melalui suatu keahlian tertentu atau tidak. Jadi, dapat diartikan bahwa profesi itu adalah usaha mendatangkan uang yang banyak dan dengan cara yang mudah melalui usaha yang halal. Dapat pula ditarik kesimpulan bahwa ada 4 inti dari profesi yaitu :

  1. Jenis usahanya halal
  2. Dapat uang banyak
  3. Cara yang mudah untuk mendapatkan
  4. Keahlian tertentu

Jika ditinjau dari 4 inti tersebut, dapat ditinjau dari bentuknya, profesi tersebut bisa berupa :

  1. Usaha Fisik, seperti pegawai atau artis
  2. Usaha Pikiran, seperti konsultan, dokter atau desainer
  3. Usaha Kedudukan, seperti komisi dan tunjangan jabatan
  4. Usaha Modal, seperti investasi

Sedangkan ditinjau dari pendapatan usahanya, dapat dikategorikan menjadi:

  1. Pendapatan dari hasil kerja pada sebuah instansi, baik pemerintah maupun swasta. Pendapatan dari jenis ini biasanya bersifat aktif atau dengan kata lain relative ada pemasukan/pendapatan pasti dengan jumlah yang relative sama diterima secara periodic (biasanya per bulan)
  2. Pendapatan dari hasil kerja professional pada bidang pendidikan dan kejuruan tertentu, dimana si pekerja mengandalkan kemampuan pribadinya. Pendapatan yang dihasilkan dari pekerjaan ini biasanya bersifat pasif, tidak ada ketentuan pastu penerimaan pendapatan pada setiap periode tertentu.

Dari uraian diatas, perlu diingat bahwa Jenis profesi pada masa Rasulullah SAW ataupun pada masa ulama terdahulu masihlah sangat sederhana. Berbeda dengan zaman sekarang yang dimana profesi sudah sangat banyak variasinya seiring mengikuti perkembangan zaman modern. Tentu profesi-profesi tersebut tidak dapat dijumpai pada zaman dulu. Oleh karena itu, seiring dengan semakin banyaknya profesi yang bermacam-macam, perlu diberi penegasan ukuran, karena akan menimbulkan berbagai macam persepsi.

Menurut Yusuf al-Qardhawi pekerjaan yang menghasilkan uang ada dua macam. Pertama, pekerjaan yang dikerjakan sendiri tanpa tergantung kepada orang lain, berkat kecekatan tangan maupun otak. Penghasilan yang diperoleh dengan cara ini merupakan pemghasilan profesional, seperti penghasilan seorang dokter, insinyur, advokat, seniman, penjahit, tukang kayu dan lain-lainnya. Kedua, yaitu pekerjaan yang dikerjakan seseorang buat pihak-pihak pemerintah, perusahaan, maupun perorangan dengan memperoleh upah yang diberikan, dengan tangan, otak, ataupun kedua-duanya. Penghasilan dari pekerjaan seperti itu berupa gaji, upah, ataupun honorarium. Dapat diartikan, zakat profesi ialah zakat yang diambil dari penghasilan, dan dibarengi dengan niat yang ikhlas guna dapat membersihkan jiwa si pemberi zakat.

Buletin Donatur