Rukun Puasa Ramadan

Ad
Rukun Puasa Ramadan

Rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah. Rukun puasa Ramadan berarti hal-hal yang harus dilakukan ketika menjalankan ibadah puasa Ramadan. Rukun puasa Ramadan ada dua. Kedua rukun itu ialah sebagai berikut:

  • Niat Puasa

Dalam menjalankan puasa Ramadan, niat merupakan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya di dalam niat tersebut. Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadan:

 نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ 

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhis syahri ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadan pada tahun ini, karena Allah SWT semata.” 

Selain itu, Rasulullah SAW dalam sabdanya menyampaikan anjuran kepada orang yang hendak berpuasa untuk membaca niat puasa Ramadan pada malam hari atau sebelum terbitnya fajar. Sabdanya ialah sebagai berikut:

مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ  

Artinya: “Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa,” (Hadis Sahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i: 2293).

  • Menahan Diri

Rukun puasa yang selanjutnya adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa sejak terbit fajar di waktu Subuh sampai terbenam matahari di waktu Maghrib.  Perihal menahan diri tersebut, dijelaskan dalam firman Allah Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi:

 فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ

Artinya: “…Maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba…(QS. al-Baqarah, 2: 187).

Wallahu a’lam bissawab …

Ad

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *