Sejarah Bulan Rabiul Awal

Ad
Sejarah Bulan Rabiul Awal

Sejarah bulan Rabiul Awal yang termasuk bulan mulia dalam Islam ini terkenal dengan sebutan bulan kelahiran Rasulullah SAW. Setelah melewati bulan Muharram dan Safar yang tak kalah mulia, umat muslim memasuki bulan suci ini dengan cinta kasih juga.

Banyak dari kita tak mengetahui dengan pasti sejarah bulan istimewa ini. Dikutip dari berbagai sumber, bulan Rabiul Awal atau yang memiliki arti bulan dimana bermulanya musim bunga bagi tanaman.

Mengikut kebiasaannya di Tanah Arab, sewaktu bulan Rabiul awal, pohon buah-buahan mulai berbunga dan seterusnya berbuah. Maka dari itu nama bulan ini diambil dari musim berbunga tanaman mereka. Dan setelah kedatangan Islam, Rasulullah SAW telah mengekalkan nama Rabiul Awal ini dan dikenal hingga sekarang.

Selain itu, orang Arab juga sering menyebut bulan ini dengan nama Rabi’ al-Anwar. Kemudian, kalau ditelusuri lebih dalam,  kata ar-Rabi’ sebenarnya arti yang bermacam-macam. Namun keseluruhannya menunjukkan makna musim dimana tumbuhan mulai menghijau atau memunculkan kembangnya.

Ia kemudian diterjemahkan sebagai musim semi. Salah satu peristiwa politik berupa demonstrasi terhadap pemerintahan yang sah yang belakang ini banyak melanda hampir semua negara-negara Timur Tengah menggunakan istilah ar-Rabi’al-‘Arabi (musim semi Arab) sebagai metafora akan kebangkitan dan kemekaran masyarakat menuntut keadilan.

Baca Juga : Sejarah Bulan Safar

Muhammad Shabri ‘Abd ar-Rahim menulis dalam harian Elbalad, jauh sebelum masa Nabi Muhammad SAW, konon yang pertama kali memberikan nama Rabi’ul Awwal adalah Kilab bin Murrah, buyut kelima Rasulullah SAW.

Ada beberapa cerita yang menjelaskan kenapa disebut sebagai Rabi’. Satu masa dinamakan Rabi’ karena pada bulan itu orang-orang Arab sudah mulai beperang kembali dan sedang memuncak. Sehingga kata Rabi’ mengilustrasikan perang sedang mulai subur dan sudah mulai ada korban yang berjatuhan setelah dimulai penyerangan di bulan Safar.

Riwayat lain menyebutkan, bahwa penamaan itu menggambarkan dari kondisi alam. Kata Ar-Rabi’ adalah kondisi dimana tanaman sedang sangat subur dan banyak berbuah. Padang rumput juga menghijau. Masyarakat Arab membagi Rabi’ juga menjadi dua macam, pertama adalah rabi’ as-syuhur (bulan musim semi) yaitu bulan Rabi’ul Awal dan Tsani.

Ada juga rabi’ al-azminah (masa-masa musim semi), dimana musim oleh masyarakat Arab dibagi menjadi enam, yaitu kharif (gugur) yaitu ar-rabi’ al-awwal; syitaa’ (dingin); shayf (panas); dan qayzh (puncak panas). Penamaan ini sudah ada sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Terlepas dari perdebatan tanggal pasti kelahiran Nabi Muhammad SAW, namun para ulama sering menyebut bulan ini sebagai Rabi’ al-Anwar (musim semi yang mengeluarkan sinar-sinarnya) karena di bulan Nabi SAW dilahirkan.

Wallahu a’lam bissawab …

Ad

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *