Amalan di Bulan Dzulhijjah

Ad
Amalan di Bulan Dzulhijjah

Memasuki bulan Dzulhijjah – bulan ke dua belas atau bulan terakhir dalam kalender Hijriah, umat Muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia mulai berbondong-bondong untuk mengejar barakahnya. Banyak dari kalangan muslim telah melakukan amalan-amalan atau ibadah-ibadah di bulan mulia ini.

Sementara itu, tanggal 1 Dzulhijjah 1444 Hijriah sendiri jatuh bertepatan pada hari Senin, 19 Juni 2023. Bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan. Di antara amalan yang dianjurkan pada bulan ini ialah ibadah haji bagi yang mampu melakukannya; shalat Idul Adha dan ibadah kurban bagi yang mampu.

Tak hanya itu, pada sepuluh awal Dzulhijah juga dianjurkan memperbanyak ibadah sunah semisal puasa dan zikir. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar sebagai berikut :

Artinya : “Ketahuilah bahwa disunahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunahkan.”

Selain itu, dalil anjuran memperbanyak zikir di sepuluh awal Dzulhijjah sudah jelas dalam firman Allah SWT sebagai berikut :

Artinya : “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…..” (Q.S Al-An’am ayat ayat 28). 

Sebagaimana dikutip Imam an-Nawawi, Ibnu Abbas, As-Syafi’i, dan jumhur ulama memahami bahwa kata ayyamam ma’lumat di sini adalah sepuluh pertama Dzulhijjah. Selain itu, dalam salah satu hadis riwayat Ahmad disebutkan demikian :

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad).

Baca Juga : https://lspt.or.id/kajian/sejarah-penamaan-bulan-dzulhijjah/

Amalan lainnya yang sebaiknya dilakukan adalah puasa; Tarwiyah dan Arafah. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

Artinya : “Puasa hari Tarwiyah menghapus dosa setahun dan Puasa ‘Arafah menghapus dosa dua tahun.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu an-Najjar).

Sementara itu, telah disinggung di atas, bahwa amalan di bulan Dzulhijjah adalah menyembelih kurban. Adapun dalilnya ialah sabda Rasulullah SAW :

Artinya: “Tidak ada amal manusia yang lebih dicintai oleh Allah di hari kurban daripada mengalirkan darah hewan. Sebab hewan itu akan datang di hari kiamat dengan tanduknya, rambutnya dan kaki-kakinya.” (HR al-Tirmidzi).

Berdasarkan penjelasan di atas, amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam ada tiga yakni memperbanyak zikir pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, kemudian malakukan puasa tarwiiyah dan arafah, selanjutnya menyembelih hewan kurban.

Wallahu a’lam bissawab …

Ad

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *