
Bekerja Adalah Perintah, Sedangkan Kaya Adalah Takdir
Bekerja merupakan perintah Allah SWT. Banyak ayat yang memerintahkan kita sebagai manusia untuk bekerja, di antaranya pada surat Al-Taubah ayat 105:
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
Read more »
Miskin Bermartabat dan Miskin Tak Bermartabat
Wa annahụ huwa agnā wa aqnā
“Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.” (Q.S. 53:48).
Read more »
Pentingnya Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW menimbulkan dua respons umat Islam yang bertentangan. Ada yang pro dan kontra. Masing-masing kubu mempunyai landasan dalilnya sendiri-sendiri. Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari melalui karyanya Tanbihat al-Wajibat li Man Yashna’ al-Maulid bi al-Munkarat mendukung pendapat yang membolehkan –bahkan menyunnahkan- peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Read more »
Hukum Wakaf Uang
Dalam sejarah, wakaf uang bukanlah hal baru. Sejak dahulu sudah ada pendapat yang memperbolehkan wakaf uang, tepatnya pendapat seorang tabiin senior bernama Ibnu Syihab Az-Zuhri. Pendapat inilah yang banyak dirujuk untuk menghukumi kebolehan wakaf uang.
Read more »
Ikrar Wakaf dan Sighat
Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa ikrar wakaf harus menggunakan kalimat yang jelas dan tegas seperti “saya wakafkan”, “saya tahan”, atau “saya dermakan” (waqaftu, habbastu, atau sabbaltu). Apabila tidak menggunakan kalimat yang tegas seperti itu, melainkan menggunakan kalimat yang tidak tegas seperti “saya lestarikan”, maka harus ditambahi dengan niat yang jelas di dalam hati.
Read more »
Bersedekah sebagai Bentuk Syukur atas Kelahiran Nabi
Dalam melaksanakan perayaan maulid, Hadratussyaikh K.H Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitab Tanbihat al-Wajibat mengatakan: “Maulid itu idealnya adalah berkumpulnya manusia yang diisi dengan pemembacaan ayat-ayat Alquran, pembacaan riwayat hadis-hadis awal mula kerasulan Nabi Muhammad SAW, masa kehamilannya sayyidatina Aminah, dan ketika kelahirannya Rasulullah SAW, lalu kisah-kisah tentang nabi atau mauidhoh, dan diakhiri dengan suguhan makanan”
Read more »

